Merasa Cantik Itu Penting!
Jika
ada yang bertanya, apakah kita cantik? Jawaban kita sering-seringnya adalah
“Nggak ah, biasa saja” dan jawaban sejenis lainnya. Intinya, kita malu mengakui
bahwa kita cantik, karena mengingat segala kekurangan yang ada pada diri kita.
Hmm, padahal pada dasarnya, setiap cewek itu terlahir cantik, lho. Makanya,
penting banget untuk kita merasa diri kita cantik. Kenapa?
Melihat diri sendiri secara positif
Tiap kali kita merasa diri kita jelek, sebenarnya sama saja dengan memberi nilai minus untuk diri kita sendiri. Nggak heran jika terus-menerus dilakukan, kita akan merasa minder karena merasa nggak punya kelebihan dan lupa kalau tiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. So, no need to worry.
Bentuk rasa syukur
Saat kita merasa diri kita cantik, itu artinya kita bersyukur atas apa yang kita miliki. Bukan sebuah bentuk kita kecentilan atau over pede. Dengan bersyukur, kita jadi tergerak untuk merawat diri kita sebaik mungkin dan hasilnya, jadi makin cantik.
Kita memang cantik
Masih nggak percaya kalau kita cantik? Coba ubah deh, definisi cantik yang selama ini kita pegang. Bayangan kalau cantik itu berarti berkulit putih mulus, tinggi semampai, bergigi rata dan kriteria sempurna lainnya itu, hanya terjadi di iklan saja. Coba berkaca dan temukan betapa banyak kelebihan yang kita punya, di luar kekurangan kita. Meski nggak sempurna head-to-toe, kelebihan kita bisa jadi aset yang diandalkan, kok. Kekurangan kita pun, sebenarnya bisa kita tutupi. Satu lagi, kecantikan dari dalam diri kita, itulah yang paling utama.
Melihat diri sendiri secara positif
Tiap kali kita merasa diri kita jelek, sebenarnya sama saja dengan memberi nilai minus untuk diri kita sendiri. Nggak heran jika terus-menerus dilakukan, kita akan merasa minder karena merasa nggak punya kelebihan dan lupa kalau tiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. So, no need to worry.
Bentuk rasa syukur
Saat kita merasa diri kita cantik, itu artinya kita bersyukur atas apa yang kita miliki. Bukan sebuah bentuk kita kecentilan atau over pede. Dengan bersyukur, kita jadi tergerak untuk merawat diri kita sebaik mungkin dan hasilnya, jadi makin cantik.
Kita memang cantik
Masih nggak percaya kalau kita cantik? Coba ubah deh, definisi cantik yang selama ini kita pegang. Bayangan kalau cantik itu berarti berkulit putih mulus, tinggi semampai, bergigi rata dan kriteria sempurna lainnya itu, hanya terjadi di iklan saja. Coba berkaca dan temukan betapa banyak kelebihan yang kita punya, di luar kekurangan kita. Meski nggak sempurna head-to-toe, kelebihan kita bisa jadi aset yang diandalkan, kok. Kekurangan kita pun, sebenarnya bisa kita tutupi. Satu lagi, kecantikan dari dalam diri kita, itulah yang paling utama.
Muthia
– Foto: Dok. FeminaGroup.
5 Modal Cantik
Terlihat
cantik? Pasti wajib banget hukumnya buat kita para cewek. Tapi, tahu nggak,
kalau cantik sejati itu, nggak cuma dinilai dari luar alias keadaan fisik saja.
Ada juga nih, beberapa modal lainnya yang harus kita miliki, supaya kecantikan
kita makin maksimal.
#1 Penampilan
Jangan keburu pesimis kalau selama ini kita nggak termasuk ke dalam geng cantik di sekolah. Soalnya, meski secara fisik biasa saja, tapi kita bisa kok, tetap kelihatan menarik. Caranya, perbaiki gaya berpakaian kita. Mulai sekarang, coba lebih sering melihat halaman fashion di majalah atau browsing referensi fashion dari internet. Jangan lupa merawat tubuh kita juga, ya.
#2 Sikap Kita
Sikap yang santun, adalah modal penting dalam pergaulan. Kalau selama ini, kita sering menunjukkan sikap yang nggak baik, seperti lupa bersopan santun, hmm ada baiknya dikurangi, deh. Kalau terlalu sering melakukan sikap yang buruk, kita bakal meninggalkan kesan nggak baik juga di benak orang lain.
#3 Cara Bicara
Disadari atau nggak, cara bicara ternyata punya pengaruh cukup besar, lho dalam penampilan kita. Intonasi suara, volume, dan kata-kata yang keluar dari mulut kita, punya kekuatan juga untuk menggambarkan citra diri. Saat kita sering mengatakan sesuatu yang kasar dan bicara dengan intonasi yang keras, kita langsung dianggap sebagai orang yang emosional dan nggak sabaran. Duh, nggak cantik banget, ya?
#4 Isi Kepala Kita
Apa jadinya, saat gebetan yang kita taksir membahas sebuah topik, tapi kita nggak mengerti sama sekali isi pembicaraannya? Jawabannya, BAHAYA! Itulah kenapa, menambah wawasan dan pengetahuan, misalnya dengan membaca majalah, koran, buku atau rajin browsing, jadi penting banget. Semakin banyak dan dalam pengetahuan yang kita punya, kita jadi bisa nyambung kalau diajak ngobrol banyak hal dan pastinya nggak bakal dapat julukan cewek TULALIT!
#5 Last but never least, Percaya Diri
Setelah keempat modal tadi kita miliki, lengkapi juga dengan modal percaya diri. Rasa pede itu fungsinya bikin kita yakin dan menghargai kemampuan yang kita punya. Dan nantinya, mendorong kita untuk jadi lebih optimis menghadapi sesuatu.
Muthia - Foto: Dok. Feminagroup
#1 Penampilan
Jangan keburu pesimis kalau selama ini kita nggak termasuk ke dalam geng cantik di sekolah. Soalnya, meski secara fisik biasa saja, tapi kita bisa kok, tetap kelihatan menarik. Caranya, perbaiki gaya berpakaian kita. Mulai sekarang, coba lebih sering melihat halaman fashion di majalah atau browsing referensi fashion dari internet. Jangan lupa merawat tubuh kita juga, ya.
#2 Sikap Kita
Sikap yang santun, adalah modal penting dalam pergaulan. Kalau selama ini, kita sering menunjukkan sikap yang nggak baik, seperti lupa bersopan santun, hmm ada baiknya dikurangi, deh. Kalau terlalu sering melakukan sikap yang buruk, kita bakal meninggalkan kesan nggak baik juga di benak orang lain.
#3 Cara Bicara
Disadari atau nggak, cara bicara ternyata punya pengaruh cukup besar, lho dalam penampilan kita. Intonasi suara, volume, dan kata-kata yang keluar dari mulut kita, punya kekuatan juga untuk menggambarkan citra diri. Saat kita sering mengatakan sesuatu yang kasar dan bicara dengan intonasi yang keras, kita langsung dianggap sebagai orang yang emosional dan nggak sabaran. Duh, nggak cantik banget, ya?
#4 Isi Kepala Kita
Apa jadinya, saat gebetan yang kita taksir membahas sebuah topik, tapi kita nggak mengerti sama sekali isi pembicaraannya? Jawabannya, BAHAYA! Itulah kenapa, menambah wawasan dan pengetahuan, misalnya dengan membaca majalah, koran, buku atau rajin browsing, jadi penting banget. Semakin banyak dan dalam pengetahuan yang kita punya, kita jadi bisa nyambung kalau diajak ngobrol banyak hal dan pastinya nggak bakal dapat julukan cewek TULALIT!
#5 Last but never least, Percaya Diri
Setelah keempat modal tadi kita miliki, lengkapi juga dengan modal percaya diri. Rasa pede itu fungsinya bikin kita yakin dan menghargai kemampuan yang kita punya. Dan nantinya, mendorong kita untuk jadi lebih optimis menghadapi sesuatu.
Muthia - Foto: Dok. Feminagroup
Maksimalkan Sisi Cewekmu
Bawel,
sensitif, suka bergosip dan gampang ngambek adalah hal-hal yang katanya cewek banget.
Iya, kan? Meski ada benarnya, kata-kata tadi sayangnya terkesan negatif dan
malah memperburuk imej kita sebagai cewek. Wah, harus diubah, nih. Caranya
dengan memaksimalkan sisi cewek kita menjadi sesuatu yang positif.
Cerewet
Kalau selama ini kita selalu mengatakan apa saja dalam pembicaraan kita, coba deh, arahkan kebawelan kita supaya lebih berbobot. Nggak masalah kok, kalau yang kita bahas adalah hal ringan dan sehari-hari. Soalnya, itu menunjukkan kalau kita perhatian sama sekitar dan suka melihat hal secara lebih detail. Apalagi, kalau yang kita ucapkan itu sesuatu yang kadang terabaikan oleh orang lain. Yang perlu diperhatikan, jangan sampai kebawelan kita hanya asbun alias asal bunyi saja.
Sensitif
Sedikit-sedikit bete, sedikit-sedikit sakit hati, itu gambaran cewek yang sensitif. Kalau dilihat dari sudut pandang ini, sifat sensitif kita memang agak mengganggu. Tapi, kalau dikelola dengan baik, dalam artian diarahkan menjadi lebih peka dengan keadaan sekitar, malah bagus banget. Misalnya nih, kepekaan terhadap teman yang sedang kesulitan, peka dengan orang tua yang berdiri di bus dengan memberinya tempat duduk dan lain-lain. Intinya, ubahlah perasaan sensitif kita menjadi sikap empati terhadap orang lain.
Suka Bergosip
Dicap jadi biang gosip, memang menyebalkan. Tapi, gimana kalau julukan itu kita ubah menjadi sumber informasi terpercaya? Bisa kok. Orang yang hobi bergosip itu biasanya punya rasa ingin tahu yang besar dan nggak pelit berbagi info. Nah, supaya “bakat” ini maksimal, seleksi deh informasi yang akan kita sampaikan ke orang lain. Misalnya, gosip ulangan dadakan biar sobat bisa siap-siap belajar atau mempromosikan dagangan sobat kita. Wah, jadinya malah menguntungkan banyak orang, tuh.
Cerewet
Kalau selama ini kita selalu mengatakan apa saja dalam pembicaraan kita, coba deh, arahkan kebawelan kita supaya lebih berbobot. Nggak masalah kok, kalau yang kita bahas adalah hal ringan dan sehari-hari. Soalnya, itu menunjukkan kalau kita perhatian sama sekitar dan suka melihat hal secara lebih detail. Apalagi, kalau yang kita ucapkan itu sesuatu yang kadang terabaikan oleh orang lain. Yang perlu diperhatikan, jangan sampai kebawelan kita hanya asbun alias asal bunyi saja.
Sensitif
Sedikit-sedikit bete, sedikit-sedikit sakit hati, itu gambaran cewek yang sensitif. Kalau dilihat dari sudut pandang ini, sifat sensitif kita memang agak mengganggu. Tapi, kalau dikelola dengan baik, dalam artian diarahkan menjadi lebih peka dengan keadaan sekitar, malah bagus banget. Misalnya nih, kepekaan terhadap teman yang sedang kesulitan, peka dengan orang tua yang berdiri di bus dengan memberinya tempat duduk dan lain-lain. Intinya, ubahlah perasaan sensitif kita menjadi sikap empati terhadap orang lain.
Suka Bergosip
Dicap jadi biang gosip, memang menyebalkan. Tapi, gimana kalau julukan itu kita ubah menjadi sumber informasi terpercaya? Bisa kok. Orang yang hobi bergosip itu biasanya punya rasa ingin tahu yang besar dan nggak pelit berbagi info. Nah, supaya “bakat” ini maksimal, seleksi deh informasi yang akan kita sampaikan ke orang lain. Misalnya, gosip ulangan dadakan biar sobat bisa siap-siap belajar atau mempromosikan dagangan sobat kita. Wah, jadinya malah menguntungkan banyak orang, tuh.
Muthia
– Foto: Dok. FeminaGroup.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar