“Tak bisa kutahan laju angin, untuk semua kenangan
yang berlalu, hembuskan sepi merobek hati” hanya sebuah petikan lagu yang mampu
kugambarkan. Sikap dinginmu benar benar menembus sampai tulang, dan membuat
mulutku bungkam. Karna tak dapat kumengerti dari sesuatu yang hangat dan
bersahabat, kini secepat hembusan angin berubah dingin dan membunuh akal
sehatku. Saat ini aku benar benar merindukan sosok kemarin dari dirimu. ada
sesuatu yang hilang yang benar benar ingin kucari dan secepatnya kutemukan. Tapi
apakah mungkin saat saat kemarin bisa kembali dan terulang lagi?. dan aku hanya
ingin kau tahu bahwa “aku merindukan-mu kemarin”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar